Rabu, 02 Februari 2011

Pencapaian Putra-Putri Indonesia

Halo Petualang...
Udah lama banget Blog ini Vaccum, karena berbagai kesibukan yang tidak terduga.
Waktu Meraih Medali Perak NYIA

Baiklah, kali ini saya akan bercerita sedikit tentang perjuangan Putra-Putri Indonesia ketika berhasil mengibarkan bendera Merah putih Di negara Orang.



Berikut Kisah Perjuangannya...
September 2009, Siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang memiliki ide untuk merancang sebuah jemuran pakaian yang mampu masuk kedalam rumah ketika hujan turun. Sehingga pemilik rumah tidak perlu berlari-lari mengambil jemurannya bila hujan turun. Dan tidak perlu takut basah kuyup. Setelah dikomunikasikan dengan Pak Usman, pembimbing KIR SMA Plus Negeri 17 Palembang saat itu, ide ini diterima dan di ultimatum untuk terus dilanjutkan. Beliau menyarankan agar ide ini diikutkan dalam kompetisi National Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

September 2010, Setahun setelah penemuan ide itu. Siswa tersebut membaca poster persuasif yang mengajak agar generasi Indonesia untuk berinovasi. Poster tersebut bertujuan untuk mengajak agar Generasi Muda Indonesia ikut serta dalam NYIA ke 3. Merasa tertarik, siswa tersebut pun kembali mengkomunikasikan ide penemuannya pada Ibu Widya Grantina, Pembina KIR SMA Plus Negeri 17 Palembang saat ini. Ibu Widya pun memberi berbagai masukkan dan saran agar alat ini layak di kompetisikan dalam NYIA.

Pada saat liburan menyambut Bulan Ramadhan, siswa tersebut liburan ke rumah orang tuanya di kawasan perkebunan Sungai Lilin. Disana rupanya muncul ide baru. Yaitu keinginan siswa tersebut untuk merancang sebuah alat untuk membunuh gulma pada tanaman kelapa sawit secara efektif dan efisien.
Seusai liburan, siswa tersebut mengajak kedua temannya untuk ikut serta dalam NYIA sambil memberitahukan idenya. Kedua temannya sangat mendukung ide tersebut. Lalu dengan masukkan dari beberapa guru, dirancanglah konsep dan cara kerja alat tersebut. Dan dikirimkan ke LIPI untuk mengikuti NYIA.

Singkat cerita, Oktober 2010, pihak sekolah dihubungi bahwa konsep siswa tersebut layak menjadi finalis NYIA dan berhak mengikuti tahap pameran dan presentasi di Jakarta. Dengan berbagai perjuangan, sampailah alat itu di Jakarta dan dipresentasikan dihadapan para Profesor dan Ahli serta pelajar SMP dan SMA di Jakarta. Setelah dilakukan penilaian, tim juri memutuskan alat yang diberi nama Rotating Sprayer Herbicide ini adalah inovasi yang sangat luar biasa dan berhak meraih predikat terbaik 2 Nasional dan mendapat medali perak. Alat ini juga berhak mewakili hasil karya penemuan generasi Indonesia dalam International Exhibition for Young Inventor Award (IEYI) di Hanoi, Vietnam.

Perjalanan menuju Vietnam dilakukan. Segenap persiapan secara matang. Desember 2010, siswa tersebut menuju negeri Vietnam bersama delegasi Indonesia lainnya yaitu. Berikut ini adalah 5 delegasi Indonesia yang berangkat menuju Hanoi :
- Ikhsan Brilianto, Andreas Diga, dan Ahmed Reza R. Peraih Medali Emas NYIA. Dari SMA Negeri  1 Teladan,Yogyakarta.
-Reijefki Irlastua, Eddy Yuristo, dan Priyanka. Peraih Medali Perak NYIA. Dari SMA Plus Negeri 17 Palembang.
-Erlinda Nurul Kusuma, Delphine Yusticia R, dan Maria Fransisca. Peraih Medali Perunggu NYIA. Dari SMA Negeri 6 Yogyakarta.
-Agata Nina Puspita dan Revi Serviyani Dina Pertiwi. Dari SMA Katolik Stella Duce 1 Yogyakarta.
-Fajar Satria Pratama, Adrian Zikri, dan Ilga Yulian Putra. Dari SMA Negeri 3 Padang.

Perjuangan di negeri orang tidak mudah. Delegasi Jepang, Hongkong, dan Taiwan telah menerapkan teknologi canggih. Belum lagi negara-negara macan ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Filipina tidak mau ketinggalan. Vietnam sebagai tuan rumah telah membuktikan kapasitasnya sebagai negara berkembang yang sedang berlari sangat kencang.

Perjuangan yang sulit ini berbuah manis. Garuda di dadaku telah terlihat dimana-mana. Promosi kebudayaan Nasional pun dilakukan dengan berpakaian ala Indonesia.
Hasilnya adalah.

                                          Seluruh Kontingen Delegasi Indonesia


- Ikhsan Brilianto, Andreas Diga, dan Ahmed Reza R. Kembali meraih  Medali Emas IEYI. Dari SMA Negeri  1 Teladan,Yogyakarta.
-Reijefki Irlastua, Eddy Yuristo, dan Priyanka. Juga Meraih Medali Perak IEYI dan dinobatkan sebagai The Most Creative Research dari Pemerintah Philipina. Dari SMA Plus Negeri 17 Palembang.
-Erlinda Nurul Kusuma, Delphine Yusticia R, dan Maria Fransisca. Meraih Medali Perak dan Penghargaan dari VIOTEC. Dari SMA Negeri 6 Yogyakarta.
-Agata Nina Puspita dan Revi Serviyani Dina Pertiwi. Meraih Medali Perunggu. Dari SMA Katolik Stella Duce 1 Yogyakarta.

Tim SMA Plus Negeri 17 Palembang Meraih Medali Perak Internasional IEYI dan Penghargaan The Most Creative Research Dari Philipina

Kepulangan mereka kurang disambut meriah. Karena masih ditutpi atmosfer AFF ASEAN CUP 2010. Tapi kami bangga telah membuktikan kepada Dunia bahwa Penemuan dan Penelitian Generasi Muda Indonesia mampu berbicara dan meraih prestasi di Kancah Internasional.

Semoga Pemerintah lebih memperhatikan hasil karya dan raihan Generasi Muda Indonesia ini.

Refrensi:
Berita keberangkatan.
http://www.berita8.com/read/2010/10/21/5/31349/Tiga-Siswa-Jogja-Juarai-NYIA,-Pemenang-akan-Diberangkatkan-ke-Vietnam

Pengumuman Resmi Finalis dari LIPI
http://www.lipi.go.id/www.cgi?pengumuman&1287028910&1&2010&1036004497

Pengumuman Resmi Pemenang dari LIPI
http://www.lipi.go.id/kompetisi/kompetisi.cgi?media&1282539517&16&2010

Pengumuman Resmi Peserta IEYI, Vietnam
http://www.ieyi.vn/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=20&lang=en

Pengumuman Resmi Pemenang IEYI
http://ieyi.vn/

Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar